Pastipas.id, Rembang – Kericuhan terjadi dalam pertandingan Liga 4 yang berlangsung di Rembang pada 12 Februari 2026. Insiden tersebut langsung menjadi perhatian serius jajaran Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang hadir di lokasi pertandingan.
Situasi memanas setelah peluit panjang dibunyikan. Keributan yang terjadi di area lapangan memicu aksi tidak terkontrol dan mengundang reaksi dari berbagai pihak. Peristiwa itu pun menjadi sorotan dalam dunia sepak bola nasional, khususnya kompetisi Liga 4.
Anggota Exco PSSI, Kairul Anwar, menegaskan bahwa sanksi keras berpotensi dijatuhkan atas insiden tersebut. Ia menyebutkan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Komite Disiplin (Komdis) PSSI sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pernyataan serupa disampaikan Muhammad Sungkar yang meminta Komdis bertindak tegas. Ia menekankan bahwa hukuman dapat dijatuhkan tidak hanya kepada individu, tetapi juga kepada klub apabila terbukti melanggar aturan kompetisi.
PSSI memastikan akan menindaklanjuti insiden tersebut secara profesional dan objektif demi menjaga marwah kompetisi serta ketertiban dalam sepak bola Indonesia.(red)
