Tiga Doa yang Dianjurkan Saat Hujan Tak Kunjung Reda

 


Hujan merupakan anugerah dari Allah Swt yang membawa kehidupan bagi seluruh makhluk. Namun dalam kondisi tertentu, hujan yang turun terus-menerus justru dapat menghambat aktivitas, bahkan berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, longsor, hingga kerusakan lingkungan.

Dalam ajaran Islam, umat diajarkan untuk menyikapi kondisi tersebut dengan tetap bertawakal dan memohon pertolongan kepada Allah Swt. Salah satu ikhtiar yang dianjurkan adalah membaca doa agar hujan dialihkan atau dihentikan, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Islam memandang bahwa setiap peristiwa alam terjadi atas kehendak-Nya. Oleh sebab itu, ketika hujan turun terlalu lebat dan membawa potensi mudarat, umat Islam dianjurkan untuk berdoa agar kondisi kembali aman dan terkendali.

Berikut tiga doa yang dapat diamalkan ketika hujan lebat, disertai petir, maupun angin kencang.

1. Doa agar Hujan Dialihkan

Doa ini merupakan doa yang pernah dipanjatkan langsung oleh Rasulullah Saw. Dikisahkan, saat beliau menyampaikan khutbah Jumat, seorang sahabat mengadu karena hujan deras telah berlangsung berhari-hari hingga merusak harta benda dan mengganggu kehidupan masyarakat.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah Saw berdoa agar hujan dialihkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan.

Arab: اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُوْنِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin: Allaahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allaahumma ‘alal aakaami wazh-zhiraabi, wa buthuunil audiyati wa manaabitisy syajar.

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan ke perbukitan, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah doa tersebut dibaca, hujan deras yang sebelumnya turun pun berhenti. Kisah ini menjadi landasan kuat dianjurkannya doa agar hujan dialihkan.

2. Doa Saat Hujan Disertai Petir

Petir yang menggelegar sering kali menimbulkan rasa takut. Dalam kondisi tersebut, Rasulullah Saw mengajarkan umat Islam untuk memperbanyak zikir dan mengingat kebesaran Allah Swt.

Arab: سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Latin: Subhaanalladzii yusabbihur ra‘du bi-hamdihi wal-malaa-ikatu min khiifatih.

Artinya: “Maha Suci Allah, Dzat yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu pula para malaikat karena takut kepada-Nya.”

(HR. Al-Adab Al-Mufrad)

Diriwayatkan, Abdullah bin Zubair RA selalu menghentikan aktivitasnya ketika mendengar petir, lalu membaca doa tersebut sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Swt.

3. Doa Saat Hujan Disertai Angin Kencang

Hujan yang datang bersama angin kencang kerap menimbulkan kerusakan, mulai dari atap rumah beterbangan hingga pohon tumbang. Dalam kondisi ini, Rasulullah Saw mengajarkan doa untuk memohon kebaikan dan perlindungan dari keburukan angin.

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا

Latin: Allaahumma innii as-aluka khairahaa wa a‘uudzu bika min syarrihaa.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya.”

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Doa ini mencerminkan sikap seorang Muslim yang senantiasa berharap kebaikan dari setiap ketetapan Allah Swt serta memohon perlindungan dari segala potensi bahaya.

Dengan mengamalkan doa-doa tersebut, umat Islam diajak untuk tetap tenang, berserah diri, dan yakin bahwa setiap peristiwa alam berada dalam kendali Allah Swt. Semoga hujan yang turun senantiasa membawa keberkahan dan keselamatan, bukan musibah. (red) 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama