Jakarta – Pemerintah Indonesia mulai mematangkan rencana pemanfaatan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi bersih untuk mengejar target net-zero emission pada tahun 2060.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut kajian teknologi, lokasi, dan skema investasi sedang dipercepat untuk menentukan model pembangkit nuklir yang paling aman dan efisien.
Dalam pernyataannya, pemerintah menegaskan bahwa langkah menuju energi nuklir merupakan bagian dari transisi energi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Meski begitu, berbagai aspek seperti keamanan, regulasi, kesiapsiagaan bencana, hingga penerimaan masyarakat masih menjadi fokus pembahasan.
Sejumlah pakar energi menyebut rencana ini merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia mulai menggeser fokus dari sektor minyak dan gas ke sumber energi rendah emisi.
Teknologi reaktor modular kecil (SMR) disebut-sebut menjadi opsi paling realistis untuk tahap awal.
Pemerintah menargetkan draft peta jalan energi nuklir rampung pada akhir 2025. Jika disetujui lintas kementerian dan DPR, pembangunan fasilitas pembangkit dapat mulai dirintis pada 2028–2030.
Rencana ini menjadi perhatian nasional karena akan menjadi tonggak sejarah bagi transformasi energi Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia dalam kelompok negara yang mengembangkan tenaga nuklir secara mandiri.
