Blora — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya mengambil alih proses perbaikan Jembatan Lusi yang menghubungkan Kecamatan Cepu dan Sambong, setelah kerusakan panjang menyebabkan jalur vital itu sering ditutup.
Keputusan ini disambut baik warga yang selama hampir satu tahun terdampak kemacetan dan pengalihan arus.
Proyek perbaikan akan dimulai awal November dengan anggaran yang telah disetujui sebesar Rp32 miliar.
Pemprov menyatakan bahwa jembatan ini masuk prioritas utama karena menjadi jalur ekonomi strategis yang menghubungkan Blora dengan Bojonegoro dan Ngawi.
Sebelumnya, kerusakan parah pada struktur bawah jembatan memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah mobil berat bahkan dilarang melintas sementara waktu. Kondisi itu membuat mobilitas logistik dan aktivitas warga terganggu.
Warga sekitar mengaku lega dengan keputusan tersebut karena perbaikan dianggap sudah sangat mendesak. “Setiap hari antre panjang. Semoga setelah diperbaiki, lalu lintas kembali normal,” ujar Suparno, warga Cepu.
Pemkab Blora menyatakan siap mendukung penuh pengerjaan dan mengawal operasional proyek agar selesai tepat waktu. Perbaikan ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.
