Jakarta –Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah Indonesia seiring peningkatan intensitas hujan, angin kencang, serta potensi banjir dan longsor menjelang puncak musim hujan.
Dalam laporan harian yang dirilis pada 27 Oktober, BMKG mencatat adanya pola awan konvektif yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di Jawa, Sumatera bagian tengah, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga sebagian Sulawesi.
Pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan kontur tanah labil dan kawasan sungai.
BNPB dan BPBD di berbagai daerah mulai melakukan pengecekan alat peringatan dini, serta menyiapkan jalur evakuasi dan titik pengungsian sementara. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap ancaman pohon tumbang, banjir bandang, hingga gelombang tinggi di pesisir.
BMKG menegaskan bahwa cuaca ekstrem dipicu oleh interaksi fenomena lokal dengan dinamika global, termasuk pengaruh anomali suhu permukaan laut. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga awal November.
Peringatan dini ini menjadi perhatian publik karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, transportasi, pertanian, dan keselamatan warga di banyak provinsi
