GROBOGAN, PASTIPAS.ID – Alokasi anggaran revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah bergulir sejak Juni lalu. Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan hingga kini masih tertutup mengenai data sekolah penerima bantuan tersebut.
Program ini mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD, SD, hingga SMP. Salah satu lokasi yang menyita perhatian publik adalah SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu yang sempat ambruk beberapa waktu lalu.
Saat dimintai konfirmasi, Kepala Disdik Kabupaten Grobogan, Purnyomo, enggan memberikan rincian data dan mengarahkan agar pertanyaan diajukan ke kepala bidang (kabid) masing-masing jenjang.
"Coba sama Kabidnya ya. Saya masih DL (Dinas Luar), maaf njih," ujar Purnyomo, Kamis (8/10/2026).
Senada dengan Kadisdik, Sekretaris Disdik Grobogan, Suprojo, mengklaim bahwa data program yang sedang berjalan belum dihimpun di sekretariat.
"Maaf, data tahun berjalan masih di Bidang Teknis masing-masing. Nanti saat sudah serah terima aset baru saya tahu," jelas Suprojo.
Upaya konfirmasi lanjutan ke tiga bidang teknis (TK/PAUD, SD, dan SMP) juga tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini diturunkan, ketiga kabid terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai daftar penerima, nilai bantuan, maupun progres fisik di lapangan.
Ironi Spanduk Antikorupsi
Sikap tertutup jajaran Disdik Grobogan berbanding terbalik dengan pemandangan di kantor setempat. Di lantai dua gedung Disdik, terpasang dua spanduk besar berlatar biru berisi imbauan antikorupsi. Salah satu spanduk bahkan menampilkan foto Purnyomo bertuliskan "KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI!".
Tertutupnya data ini memang tidak langsung menandakan adanya penyelewengan. Meski demikian, keterbukaan informasi mengenai alokasi penerima dan besaran anggaran sangat diperlukan sebagai bentuk transparansi publik. Kini, masyarakat menunggu iktikad baik Disdik Grobogan untuk membuka data tersebut secara akuntabel.
