Grobogan – Sebanyak siswa Sekolah Dasar Negeri Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora diduga mengalami keracunan makanan pada hari Senin, 20 Juli 2026. Menanggapi hal ini, pihak Loka POM Grobogan segera melakukan penelusuran guna mengetahui asal-usul makanan yang menjadi pemicu kejadian tersebut.
Tindakan cepat diambil untuk menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat, sekaligus mengidentifikasi penyebab utama sebelum bahaya yang sama menimpa pihak lain.
“Kami bekerja sama erat dengan Dinas Kesehatan Blora, Puskesmas Ngawen, serta Laboratorium Kesehatan Daerah.
Kerja sama antarinstansi ini memungkinkan penanganan dugaan kejadian luar biasa berjalan lebih cepat,” ujar Kepala Loka POM Grobogan, Ronald Hatoguan Manik, pada Rabu, 22 Juli 2026.
Dalam pemeriksaan, petugas memeriksa kebersihan dapur serta cara penyimpanan bahan makanan yang digunakan.
Selain itu, dilakukan juga penelusuran secara epidemiologis dengan mencatat urutan waktu konsumsi makanan serta keluhan kesehatan yang dirasakan para siswa.
Sisa makanan yang diduga menjadi penyebab telah diamankan sebagai bukti. Seluruh sampel tersebut kemudian dikirim ke Balai Besar POM Semarang untuk diperiksa secara mendalam di laboratorium.
“Kepala sekolah beserta tenaga pendidik SDN Sendangrejo sangat terbuka dan membantu proses pemeriksaan. Sikap kooperatif ini sangat mempermudah kami mengumpulkan data yang dibutuhkan di lokasi kejadian,” tambahnya.
Rangkaian Tindakan Penanganan Dugaan Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan:
Melakukan pengecekan kebersihan dapur dan ruang penyimpanan bahan makanan,
Menjalankan penelusuran epidemiologis bersama tim Puskesmas Ngawen dan Dinas Kesehatan Blora, Mencatat urutan waktu konsumsi makanan, jenis keluhan siswa, serta menghitung tingkat serangan penyakit,
Mengambil dan menyimpan sampel sisa makanan sebagai barang bukti,
Mengirimkan seluruh sampel yang diperoleh ke BBPOM Semarang untuk pemeriksaan laboratorium lebih lanjut. (red) -