Pastipas.id, Bojonegoro - Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro menggelar rapat kerja intensif pada Rabu (15/04/2026) untuk memantau langsung perkembangan pembangunan dan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh wilayah Bojonegoro.
Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan operasional KDMP sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat desa.
Rapat Kerja yang diselenggarakan Komisi B DPRD Bojonegoro ini dihadiri oleh beberapa instansi, diantaranya: Disdakop UM, Kodim 0813 Bojonegoro, Agrinas, dan perwakilan KDMP. Rapat dibuka oleh Wakil Ketua Komisi B, Lasuri.
Lasuri menyampaikan untuk meminta laporan terkait berapa persen pembangunan yang sudah berjalan. "Jika ada yang belum selesai, kendalanya seperti apa?", ungkapnya.
Dalam laporannya Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Dedy, menyampaikan bahwa KDMP merupakan Program Strategis Nasional. Harapan dari Presiden RI, pada tanggal 17 Agustus 2026 akan di launcing sebanyak 30.000 titik.
Kemudian, target pembangunan KDMP di Kabupaten Bojonegoro, yaitu 430 desa. Terdapat 394 desa yang sudah masuk dalam portal perencanaan, 380 desa dalam tahap pembangunan, dan 48 desa yang belum dibangun, atau belum ada lokasi.
Wilayah kelurahan tidak memiliki lokasi KDMP, karena luasnya tidak sesuai standar yang berlaku. Ada juga desa yang memiliki lahan, tetapi masuk LSD (Lahan Sawah Dilindungi), yang kemudian tidak bisa didirikan KDMP di wilayah tersebut.
Lokasi KDMP di dalam wilayah LSD yang belum masuk portal pada tanggal 05 Januari 2026 sudah tidak bisa diajukan pembangunan KDMP. "Arahan dri Agrinas, pembangunan KDMP berakhir tanggal 20 April 2026, setelah tanggal 20 tidak ada lagi pengajuan KDMP," tegas Dedy.
Rincian dalam pembagian akumulasi 100% hasil KDMP ,yaitu 3% untuk Agrinas, 20% untuk pengurus, dan 77% untuk warga desil 1, 2, dan 3. Pembagian ini dilaksanakan dalam bentuk proker, bisa ditukar dengan sembako atau LPG.
Lebih lanjut, "Untuk pelaksanaan teknis modal operasional memang belum ada, belum ada arahan juga, belum ada sosialisasi, karena saat ini kita masih fokus pada pembangunan," pungkas Dedy.(red)
