Harga Tiket Bus di Terminal Giwangan Naik Jelang Mudik Lebaran, Tujuan Sumatera Paling Tinggi

 



Yogyakarta, – Harga tiket bus di terpantau mengalami kenaikan signifikan menjelang periode mudik Lebaran. Kenaikan paling terasa pada rute menuju Pulau Sumatera, yang saat ini menjadi tujuan favorit para pemudik, terutama mahasiswa.

Salah satu pengelola bus PO Sinar Jaya di Terminal Giwangan, Pretty, mengatakan lonjakan penumpang tujuan Sumatera sudah mulai terlihat sejak 12 Maret. Hingga saat ini, sejumlah jadwal keberangkatan bahkan sudah penuh.

“Untuk tujuan Lampung dan Palembang sudah ramai, sekitar 50 persen lebih. Biasanya hanya dua unit bus, sekarang bisa sampai empat unit. Bahkan tiket sampai tanggal 18 sudah habis,” ujarnya saat diwawancarai Sabtu (14/3/2026).

Ia menjelaskan, harga tiket untuk beberapa rute juga sudah mengalami kenaikan. Tiket tujuan Lampung saat ini berkisar Rp350 ribu hingga Rp365 ribu untuk kelas non-service makan. Sementara rute Palembang untuk kelas super eksekutif mencapai sekitar Rp700 ribu.

Menurut Pretty, kenaikan tarif saat ini masih sekitar 30 persen dan diperkirakan bisa meningkat lagi setelah Lebaran. Tingginya permintaan terutama berasal dari mahasiswa asal Sumatera yang memilih pulang lebih awal.

“Banyak mahasiswa yang kuliah di Jogja sudah mulai pulang duluan. Tiket bisa dibeli langsung di loket karena ada yang dijual online dan ada juga yang tidak,” katanya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Refangga, mengaku tetap memilih menggunakan bus untuk pulang ke kampung halamannya di Sumatera karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan pesawat.

Ia mengatakan perjalanan menggunakan bus memakan waktu sekitar satu hari dua malam atau sekitar 38 jam jika perjalanan lancar. Meski cukup lama, menurutnya fasilitas bus eksekutif masih nyaman.

“Harga tiket sekarang sekitar Rp700 ribu sampai Rp750 ribu. Kalau naik pesawat langsung ke Lubuklinggau bisa sampai Rp3,5 juta, jadi bus masih jauh lebih terjangkau,” ujarnya.

Kepala Terminal Giwangan, Sigit Saryanto, membenarkan adanya kenaikan tarif angkutan menjelang mudik Lebaran. Ia menyebut kenaikan rata-rata sekitar 10 persen dari hari normal dan berpotensi meningkat mengikuti permintaan pasar.

“Kenaikan memang ada sekitar 10 persen dari hari biasa dan bisa bertambah. Biasanya puncak arus mudik terjadi dua kali, terutama pada akhir pekan dan menjelang cuti bersama,” jelasnya.

Menurut Sigit, tujuan yang paling banyak diminati dari Yogyakarta masih didominasi rute menuju Jabodetabek, disusul sejumlah kota di Sumatera seperti Lampung, Bengkulu hingga Medan.

“Kalau arah Sumatera sekarang banyak sekali, terutama mahasiswa yang sudah libur. Hari ini dan besok diprediksi jadi puncaknya untuk rute Sumatera,” katanya.

Ia menambahkan, perusahaan otobus biasanya menyiapkan armada tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Bus cadangan yang biasanya tidak beroperasi setiap hari akan dikeluarkan mengikuti tingginya permintaan.

Selain itu, pihak terminal juga meningkatkan kesiapan layanan selama masa angkutan Lebaran. Salah satunya dengan memperketat pemeriksaan keselamatan melalui ramp check terhadap kendaraan dan sopir.

“Kita cek kondisi bus dan juga kesehatan pengemudi, termasuk tensi darah. Kalau ada sopir yang tensinya tinggi atau kurang istirahat, kita minta untuk tidak berangkat demi keselamatan,” ujarnya.

Terminal Giwangan juga menyiapkan posko terpadu selama periode angkutan Lebaran yang melibatkan berbagai instansi seperti TNI, kepolisian, Dinas Kesehatan, PMI hingga tim SAR.

Dari sisi fasilitas, pihak terminal menambah kapasitas ruang tunggu dari sekitar 500 orang menjadi hingga 1.000 orang untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada sejumlah fasilitas seperti toilet, ruang laktasi, ruang kesehatan, hingga area bermain anak.

“Kami juga menambah kapasitas parkir bus hingga sekitar 35 unit agar bus tambahan dari berbagai daerah bisa tertampung,” kata Sigit. 

Redaksi

Nothing..

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama