Lestarikan Kesenian Tradisional, Dalang Muda dari Punggur-Purwosari Konsisten Ajari Anak-anak Seni Gamelan



Pastipas.id, Bojonegoro - Menekuni kesenian tradisional. Karena itu, kiprah Angga menjadi contoh bahwa kecintaan terhadap seni dapat menjadi salah satu pintu bagi pemuda untuk berkembang dan meraih kesuksesan.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi minat, bakat, serta kegigihan Angga terhadap kesenian wayang. Tidak banyak anak muda yang memiliki kepedulian seperti ini,” ungkap Ike.

Ia juga mengapresiasi langkah Angga yang secara aktif melatih anak-anak desa dalam seni gamelan. Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional agar tetap dikenal dan diminati generasi berikutnya. “Yang lebih membanggakan, Angga tidak hanya tampil sendiri, tetapi juga mau berbagi ilmu dengan anak-anak. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesenian tradisional agar tidak terputus di generasi berikutnya,” tambahnya.

Kiprah Ki Ngesti Adi Anggoro menjadi gambaran bahwa pelestarian budaya dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan desa. Dari wayang kardus yang dimainkan sejak kecil, kini Angga tumbuh menjadi dalang muda yang tidak hanya tampil di berbagai panggung, tetapi juga berupaya menciptakan ruang belajar dan regenerasi seniman di desanya.

Semangat tersebut menjadi modal penting bagi Desa Punggur untuk terus mempertahankan identitasnya sebagai salah satu kantong kesenian tradisional di Kecamatan Purwosari sekaligus melahirkan generasi baru yang mencintai budaya daerah.(red)

Redaksi

Nothing..

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama