Waspada Penularan Penyakit Saat Arus Balik Lebaran 2026, Kadinkes Sidoarjo Imbau Jaga Kesehatan.

 



Sidoarjo, Pastipas.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit selama arus balik Lebaran 2026. Tingginya mobilitas masyarakat serta kepadatan penumpang di berbagai moda transportasi dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa kesiapan kondisi fisik menjadi hal utama sebelum melakukan perjalanan, khususnya perjalanan jarak jauh.


“Persiapan fisik sangat penting. Jika merasa kurang sehat seperti demam, batuk, atau pilek, sebaiknya menunda perjalanan demi keselamatan bersama,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).


Ia menjelaskan, sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama arus balik antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), influenza, demam berdarah dengue (DBD), serta gangguan pencernaan seperti diare dan muntaber. Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh kepadatan penumpang, perubahan cuaca, serta terbatasnya fasilitas kebersihan selama perjalanan.


Untuk itu, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara konsisten. Langkah sederhana seperti mencuci tangan sebelum makan, menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh fasilitas umum, serta menerapkan etika batuk dan bersin dinilai efektif dalam menekan risiko penularan penyakit.


“Kesadaran individu menjadi kunci. Jangan lupa gunakan masker saat berada di tempat padat dan hindari menyentuh wajah sebelum tangan bersih,” tambahnya.


Di sisi lain, pemerintah bersama instansi terkait telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif di berbagai titik transportasi, seperti terminal, stasiun, dan bandara. Fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan dan hand sanitizer telah disediakan di area publik, disertai pemeriksaan suhu tubuh serta pengaturan antrean guna mengurangi kepadatan.


Selain itu, posko kesehatan juga disiagakan untuk memberikan layanan medis bagi pemudik yang membutuhkan penanganan cepat. Petugas kesehatan disiapkan untuk melakukan pemeriksaan serta memberikan rujukan apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan.


Masyarakat dengan kondisi kesehatan kurang baik juga disarankan untuk tidak memaksakan diri melakukan perjalanan. Namun, apabila perjalanan tetap harus dilakukan, penggunaan masker dengan tingkat perlindungan optimal seperti KN95 atau N95 dianjurkan, serta membawa obat-obatan pribadi dan rutin memantau kondisi kesehatan.


Pemerintah juga memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur arus balik. Puskesmas, klinik, dan rumah sakit disiagakan selama 24 jam, termasuk posko kesehatan di rest area dan simpul transportasi guna memberikan pelayanan darurat.


Selain itu, masyarakat diimbau untuk melengkapi vaksinasi sebagai langkah pencegahan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Imunisasi dasar maupun vaksin tambahan sesuai kebutuhan dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh selama perjalanan.


Berkaca dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, peningkatan kasus ISPA dan DBD kerap terjadi pasca Lebaran akibat kelelahan, mobilitas tinggi, serta perubahan lingkungan. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat guna memastikan pengawasan kesehatan masyarakat berjalan optimal.


“Pemantauan kasus penyakit juga dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi lonjakan setelah arus balik,” pungkasnya.

Redaksi

Nothing..

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama