Tol Jogja–Solo Segmen Purwomartani–Prambanan Dibuka Fungsional Saat Lebaran, Belum Dikenakan Tarif

 




Sleman, Pastipas .id– Jalan tol Jogja–Solo segmen Purwomartani–Prambanan akan dibuka secara fungsional selama periode mudik Lebaran. Meski dapat dilalui pemudik, ruas tol tersebut belum dikenakan tarif.



Direktur Utama PT Jasa Marga Jogja-Solo Rudi Hardiansyah, mengatakan jalur fungsional ini dioperasikan untuk membantu mengurai kepadatan arus kendaraan menuju Yogyakarta maupun Solo.



“Pagi ini kita melaksanakan pembukaan fungsional Jalan Tol Jogja–Solo segmen Purwomartani–Prambanan. Jalan fungsional ini kita buka satu arah mulai pukul 06.00 sampai 18.00 WIB khusus untuk kendaraan golongan I non-bus,” ujarnya.



Menurutnya, ruas tol tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil karena kondisi jalan masih dalam tahap penyelesaian.



“Memang hanya untuk kendaraan kecil dengan pertimbangan kondisi jalan yang masih belum selesai 100 persen. Jadi ada beberapa pembatasan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan,” katanya.



Segmen tol yang dibuka secara fungsional ini memiliki panjang sekitar 12 kilometer dari Purwomartani hingga Prambanan. Kecepatan kendaraan juga dibatasi maksimal 40 kilometer per jam.



Dengan adanya jalur tersebut, waktu tempuh diperkirakan menjadi lebih singkat dibandingkan melalui jalan arteri.



“Waktu tempuh dari Purwomartani sampai Prambanan sekitar 10 menit. Jika melalui jalan biasa bisa mencapai 30 sampai 40 menit,” jelas Rudi.



Selama operasional fungsional, pengelola menyediakan tiga gardu tol serta enam unit mobile reader untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.



Meski belum dikenakan tarif, pengguna jalan tetap diwajibkan melakukan tapping kartu tol.



“Fungsional ini memang belum bertarif, tapi pengguna jalan tetap harus tapping karena berkaitan dengan sistem transaksi tertutup yang terhubung dengan ruas tol lain di jaringan Trans Jawa,” ujarnya.



Dari hasil pemantauan sementara, lalu lintas di ruas Jogja–Solo masih relatif normal meski mulai menunjukkan peningkatan. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 dengan volume kendaraan sekitar 17 ribu kendaraan. Sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret dengan jumlah kendaraan mencapai 24 ribu kendaraan.



“Biasanya tren pemudik meningkat setelah sahur pagi atau menjelang waktu berbuka. Namun kendaraan dari arah barat atau timur biasanya sampai di sini pada sore hari sehingga pada waktu itu lalu lintas cenderung meningkat,” katanya.



Sementara itu, Direktorat Lalu Lintas Polda DIY juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di jalur arteri untuk mendukung kelancaran arus kendaraan selama Operasi Ketupat.



Dirlantas Polda DIY, Arie Prasetya Syafa’at, mengatakan rekayasa akan dilakukan di Jalan Solo dengan menutup sebagian titik putar balik kendaraan.



“Di Jalan Solo sepanjang kurang lebih 8 kilometer terdapat 12 U-turn. Selama Operasi Ketupat, sembilan U-turn akan kita tutup sehingga hanya tersisa tiga titik yang bisa digunakan,” jelasnya.



Tiga titik putar balik yang tetap dibuka berada di kawasan AU, Telkom, dan Sendang Ayu. Kebijakan ini bersifat situasional dan dapat berubah menyesuaikan kondisi lalu lintas.



Selain itu, polisi juga menyiapkan skema pengalihan arus jika antrean kendaraan di Gerbang Tol Purwomartani telah mencapai jalan arteri.



“Jarak antara gerbang tol dengan arteri sekitar 350 meter. Jika antrean sudah mencapai arteri, maka arus kendaraan akan dialihkan ke Prambanan,” ujarnya.



Apabila kondisi lalu lintas kembali landai, jalur menuju gerbang tol akan dibuka kembali. Untuk memantau kondisi antrean kendaraan, kepolisian juga menyiapkan pos pantau di ujung jalan arteri yang terhubung dengan gerbang tol Purwomartani.



“Pos pantau ini untuk memantau panjang antrean dari gate tol sampai arteri sehingga kita bisa segera mengambil langkah apabila terjadi kepadatan,” pungkasnya.

Redaksi

Nothing..

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama