Motif Terungkap: Ayah di Sidoarjo Aniaya Anak hingga Tewas karena Tertekan Masalah Rumah Tangga




Sidoarjo - Kasus penganiayaan anak yang berujung maut di Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, mengungkap motif tragis di balik tindakan seorang ayah kandung yang tega menghajar anaknya sendiri. 


Pelaku diketahui bernama Ahmad Reza Yudiansyah. Pria asal Kemangsen itu diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri hingga korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.


Korban ditemukan mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, mulai dari bibir, dahi, dada, perut hingga lutut. Luka-luka tersebut diduga akibat pukulan yang dilakukan pelaku terhadap anaknya yang masih kecil.


Dari hasil penyelidikan kepolisian, terungkap bahwa sebelum kejadian tragis tersebut terjadi, kondisi rumah tangga pelaku sedang tidak baik-baik saja. Hubungan antara pelaku dengan istrinya diketahui renggang akibat persoalan keluarga yang cukup lama terjadi.


Situasi itu memuncak ketika sang istri memutuskan meninggalkan rumah sekitar empat minggu sebelum kejadian. Ia pergi dengan membawa dua anak mereka yang lain, sementara anak pertama yang kemudian menjadi korban tetap tinggal bersama pelaku di rumah.


Kondisi tersebut membuat korban sering menanyakan keberadaan ibunya. Setiap hari, korban disebut kerap menangis dan terus mencari sang ibu yang sudah tidak tinggal bersama mereka.


Kasat PPA dan PPO Polresta Sidoarjo, AKP Rohmawati Lailah, menjelaskan bahwa peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh kondisi psikologis pelaku yang tertekan akibat permasalahan keluarga yang dialaminya.


“Untuk motif pelaku karena permasalahan keluarga yang dimana sang istri sudah pergi meninggalkannya sejak 4 minggu lalu dengan membawa kedua anaknya adik dari korban,” katanya Selasa (10/3/2026).


Menurut Rohmawati, sejak ditinggal istrinya, pelaku harus merawat anak pertamanya seorang diri. Dalam kondisi emosional yang tidak stabil, pelaku diduga kerap merasa kesal ketika korban terus menangis mencari ibunya.


Tangisan korban yang berulang kali terjadi disebut menjadi pemicu emosi pelaku. Setiap kali korban menangis dan menanyakan ibunya, pelaku merasa semakin tertekan hingga akhirnya tidak mampu mengendalikan emosinya.


Puncaknya terjadi pada Jumat (6/3). Saat korban kembali menangis mencari ibunya, pelaku diduga melampiaskan amarahnya dengan memukul sang anak secara berulang.


Akibat pemukulan tersebut, korban mengalami luka memar di berbagai bagian tubuh. Kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia.


“Akibat seringnya sang anak menangis setiap mencari ibunya, membuat sang ayah stres melihat anaknya menangis saat mencari ibunya. Disitulah awal mula tersangka melakukan pemukulan kepada sang buah hati hingga menyebabkan luka serius yang membuat korban kehilangan nyawa,” pungkasnya.


Kasus ini pun langsung ditangani oleh pihak kepolisian setelah kejadian tersebut terungkap. Pelaku kini telah diamankan oleh aparat kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut atas perbuatannya.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di tengah masyarakat. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan jika menemukan atau mengetahui adanya tindakan kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.


Kini Ahmad Reza Yudiansyah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Ia pun harus mendekam di balik jeruji tahanan.

Redaksi

Nothing..

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama