Grobogan, Pastipas.id – Menjelang momentum Lebaran, hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Grobogan pada Jumat (20/3/2026) sore menyebabkan robohnya Gapura Selamat Datang Kota Purwodadi di Kelurahan Kalongan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.50 WIB saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang menerjang kawasan tersebut. Gapura yang menjadi ikon penanda pintu masuk Kota Purwodadi itu tidak mampu menahan terpaan angin hingga akhirnya ambruk.
Insiden ini terjadi di jalur strategis Purwodadi–Solo yang kerap dilalui masyarakat, terutama menjelang arus mudik Lebaran. Akibatnya, arus lalu lintas sempat terganggu karena material gapura menutup sebagian badan jalan.
Petugas dari BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengatakan penanganan puing material gapura berlangsung kurang lebih tiga jam.
“Pembersihan dimulai pukul 18.00 WIB hingga 21.00 WIB, dan seluruh material berhasil disingkirkan. Arus lalu lintas kini sudah kembali normal,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (20/3/2026) malam. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Namun, dari informasi yang dihimpun, puing-puing gapura sempat menimpa sejumlah sepeda motor milik warga yang terparkir di sekitar lokasi, sehingga menyebabkan kerusakan.
Peristiwa ambruknya gapura ini juga ramai dibagikan di media sosial. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat material bangunan berserakan dan menimpa kendaraan warga.
Selain di Purwodadi, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di beberapa wilayah lain di Grobogan. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap di Kecamatan Toroh, Penawangan, dan Karangrayung.
BPBD Grobogan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama menjelang Lebaran, guna menghindari risiko kerusakan maupun kecelakaan.
Sebagai informasi, gapura batas Kota Purwodadi tersebut merupakan salah satu ikon daerah yang dipercantik pada tahun 2022 melalui dana corporate social responsibility (CSR) Bank BKK Purwodadi dan saat ini menjadi aset Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan.
