Blora, — Pemerintah Kabupaten Blora memastikan proyek perbaikan total Jalan Randublatung–Kedungtuban akan dimulai pada akhir November 2025. Kepastian ini disampaikan setelah dokumen lelang tuntas dan kontraktor resmi ditunjuk.
Jalan yang selama ini rusak berat dan sering dikeluhkan warga diproyeksikan menjadi akses vital bagi mobilitas warga di wilayah selatan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora mengatakan proyek senilai Rp 48 miliar itu mencakup peningkatan badan jalan, betonisasi di titik rawan ambles, dan pembangunan drainase baru.
Perbaikan ini menargetkan kelancaran arus distribusi hasil pertanian serta meminimalkan kecelakaan yang kerap terjadi akibat jalan berlubang.
Warga Randublatung dan Kedungtuban menyambut baik kabar tersebut. Selama bertahun-tahun, mereka menghadapi jalan rusak parah yang membuat waktu tempuh lebih lama dan sering merusak kendaraan.
Para sopir angkutan umum dan pedagang menyebut perbaikan ini sebagai “napas baru” untuk ekonomi lokal.
Selain itu, Pemkab Blora juga menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proses pekerjaan berlangsung. Jalur alternatif menuju Bojonegoro dan Ngawi akan diaktifkan untuk mengurangi kemacetan, terutama pada jam sibuk dan hari pasaran.
Dishub Blora menegaskan sosialisasi akan dilakukan secara masif agar warga tidak kebingungan.
Pemkab menargetkan proyek ini selesai pada pertengahan 2026. Jika sesuai rencana, jalan tersebut akan menjadi salah satu jalur terbaik di Blora bagian selatan dan diharapkan memicu percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
